Evaluasi Biaya Fuel Dalam Pengupasan Lapisan Tanah Penutup (Overburden) Di Pit 7c Pt Utama Wira Karya Jaya Perkasa Subkontraktor Pt Baturona Adimulya Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel
Keywords:
overburden, Stripping ratio, HBA, biaya operasional, pengaruh operasional, frontAbstract
Dalam aktivitas pertambangan mutlak diketahui perbandingan volume antara overburden yang dikupas dengan batubara ditambang yang disebut dengan SR atau (strippingratio). Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap biaya (cost) yang harus dikeluarkan dalam kegiatan penambangan batubara tersebut. Harga Batubara Acuan (HBA) yang terus menurun dalam suatu kurun waktu mengakibatkan keuntungan perusahaan menurun sehingga diperlukannya efisiensi biaya yang dikeluarkan perusahaan. Termasuk diantaranya adalah biaya operasional pengupasan lapisan overburden. Dalam perhitungannya, biaya operasi merupakan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa mempekerjakan suatu alat mekanis. Dalam perhitungannya, biaya operasi merupakan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa mempekerjakan suatu alat mekanis. Alat mekanis itu sendiri merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah kegiatan dalam proses penambangan. Biaya operasi tersebut terdiri dari biaya maintenance, biaya sewa alat, biaya fuel, biaya gaji operator dan pengawas. Beberapa hal yang mempengaruhi operasional overburden ialah operasional alat gali muat dan alat angkut, efisiensi kerja dari alat gali muat dan alat angkut, produktivitas dari alat, kondisi front pengupasan overburden, metode pemuatan, jam kerja, sampai dengan skill operator.


